Showing posts with label Berdakwah. Show all posts
Showing posts with label Berdakwah. Show all posts

Cerita Tentang Diriku :Seandainya Istri ku Cuma Seorang atau Poligami

Hukum-Poligami-dalam-Islam
Sebuah catatan pribadi tentang poligami - Pembaca yang budiman, jangan terjebak dengan judul di atas. jangan menerka terlalu jauh. Apalagi dengan hal-hal yang negatif dan kontra produktif. Sekali – kali jangan. Membaca sepintas judul di atas, banyak yang langsung mengkaitkannya dengan pro dan kontra tentang poligami. Tidak. Sama sekali tidak. Justru ini sebagai kiat, motivasi buat kita, agar bisa berbuat sebaik mungkin dalam menempuh kehidupan berumah tangga ini, dengan atau tanpa poligami. 


Bagi mereka yang tidak suka, kurang suka atau tidak bisa menerima sama sekali, jadikanlah tulisan ini sebagai catatan saja. Tak lebih. Membuangnya pun boleh-boleh saja. Sebaliknya, bagi mereka yang suka, yang mendukung dan ingin sekali melaksanakan, jadikanlah ini sebagai perkeling agar tidak kebablasan dalam pelaksanaannya. Jangan sampai seperti pepatah Jawa: Golek uceng kelangan deleg – pengin mengejar ikan yang kecil, malah kehilangan ikan yang besar di tangan. Jangan sampai hal ini terjadi. 

Perlu diketahui bersama bahwa hukum poligami itu memang ada. Di Quran ada, di hadits juga ada.

 Bukan aturan yang dibuat-buat. Given. Dari Allah dan RasulNya tanpa campur tangan manusia.
Allah berfirman : 

فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلَّا تَعُولُوا * النساء: 3
  
“Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kalian senangi masing-masing dua, tiga, atau empat—kemudian jika kalian takut tidak akan dapat berlaku adil, kawinilah seorang saja—atau kawinilah budak-budak yang kalian miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat pada tindakan tidak berbuat aniaya.” (QS an-Nisa’ [4]: 3). 

Dari Abu Hurairah r.a. berkata Nabi saw bersabda, "Barangsiapa memberi infaq kepada dua orang isteri di jalan Allah maka ia akan diseru di surga, 'Hai Abdullah, ini adalah suatu kebajikan.' Jika ia termasuk orang yang tekun shalat maka ia akan diseru dari Pintu Shalat. Apabila ia ahlul jihad maka akan diseru dari Pintu Jihad. Jika ia orang yang suka bersedekah maka ia akan dipanggil dari Pintu Sedekah. Begitu pula jika ia tergolong orang yang rajin shaum maka akan diseru dari Pintu Rayyaan." Kemudian Abu Bakar r.a. berkata, "Wahai Rasulullah, tidaklah seseorang diseru dari pintu-pintu ini karena darurat. Adakah seseorang yang dipanggil dari seluruh pintu tersebut?" Rasulullah saw menjawab, "Ya dan aku berharap engkau salah satunya." (Rowahu Muslim) 

Imam Al-Bukhori meriwayatkan bahwa Ghaylan ibn Salamah Ath-Thaqafi telah memeluk Islam, sedangkan dia mempunyai sepuluh orang isteri lalu Rasulullah SAW bersabda kepadanya: “ Pilihlah empat orang dari mereka ”. (Riwayat Abu Daud no : 2241) 

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Qaisbin al-Harith r.a, beliau berkata : “ Ketika saya masuk Islam, saya memiliki delapan orang isteri, lalu saya berjumpa Rasulullah SAW dan menceritakan keadaan saya. Lalu Baginda bersabda : “ Pilih empat di antara mereka.”
 

Poligami bukan hukum yang akan atau baru mau dibuat dan disyahkan. 

Artinya percuma kita melakukan protes dalam berbagai tingkatan dan tindakan akan keberadaan hukum itu. Hukum itu tetap eksis dan berlaku selamanya. Memprotesnya hanya membuat hati kita tambah luka. Menentangnya hanya membuat kita semakin tak berdaya. Menolak berarti merusak. Mempermainkannya hanya membuat kita semakin merana. Yang terbaik adalah menyadari dan menerima hukum itu sebagaimana adanya. Maksudnya menerima adanya hukum poligami itu, bukan sebagai rekayasa manusia, tetapi memang Allah dan Rasul yang memberikannya. Kebanyakan orang tidak suka dengan hidup poligami karena membenci adanya hukum ini. Kok ada ya hukum seperti itu? Sadarilah bahwa hukum itu memang ada dan demikian adanya. Kita, manusia tidak mungkin merubahnya. Hukum sudah jadi. Platform sudah ditetapkan dari Yang Maha Kuasa. 

Berikutnya kebanyakan orang tidak suka dengan poligami karena merasa diperlakukan tidak adil. Memandang hukum poligami sebagai ketidak-adilan. 

Baik ketidak-adilan Yang Kuasa berlanjut pada ketidak-adilan kepada manusia dalam praktiknya. Salah satu ayat yang dijadikan hujjah dalam hal ini adalah sebagai berikut. 

Allah berfirman;
وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلَا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا *النساء: 129

“Sekali-kali kalian tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri kalian walaupun kalian sangat menginginkannya. Oleh karena itu, janganlah kalian terlalu cenderung (kepada salah seorang istri yang kalian cintai) hingga kalian membiarkan istri-istri kalian yang lain terkatung-katung.” (QS an-Nisa’ [4]: 129).

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa memiliki dua istri, dan tidak  berbuat adil di antara keduanya, maka dia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan separuh badannya miring” [HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah] 

Ayat ini tidak bertentangan dengan ayat 3 di atas. Sama sekali tidak. Justru ayat ini (129) sebagai penegasan criteria adil yang disebutkan sebelumnya. Demikian juga dengan hadits yang kelihatan angker di bawahnya. Yang dimaksud adil di sini adalah adil dalam nafkah dan menginap (menggilir), bukan dalam masalah cinta dan hasrat hati. Tidak ada seorangpun yang mampu menguasai hatinya kecuali Rabb yang menciptakan hati-hati tersebut. 

Muhammad bin Sirin berkata:  “Aku bertanya kepada Ubaidah tentang ayat ini dan dia berkata: “Adil yang tidak bisa dipenuhi yaitu dalam masalah cinta dan jima’.” 

Abu Bakr Ibnul ‘Arabiy berkata tentang cinta: “Yang demikian itu tidak dimiliki oleh seorangpun, bahkan hatinya berada di antara jari-jemari Ar-rahman. Dia merubah-rubahnya sekehendak-Nya. Begitu pula jima’, kadang dia berhasrat kepada seseorang, tidak kepada yang lain. Maka tidak ada dosa atasnya dikarenakan dia tidak mampu melakukannya.” 

Hal ini selaras dengan apa yang dicontohkan oleh Rasullullah SAW yang pernah bersumpah dan berlaku adil seraya berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya aku bersumpah atas apa yang aku sanggupi. Oleh karena itu, janganlah Engkau memasukkanku ke dalam perkara yang Engkau sanggupi tetapi tidak aku sanggupi (yaitu hatinya)”. (HR Muslim ). 

Atau apa yang dikatakan Umar bin Khaththab; “Ya allah , bahwa sungguh hatiku tidak sanggup aku kuasai untuk berbuat adil! Dan sesuatu yang selain hati, aku berharap saya dapat berbuat adil .” (HR Muslim ). 

Kalaulah ayat 129 dijadikan alasan anti poligami, niscaya setelah turun ayat itu Nabi SAW dan para sahabat dahulu akan langsung menceraikan istri-istrinya. Namun itu tidak terjadi, sebab adil yang dimaksudkan bukanlah seperti yang banyak orang pahami. Sehingga menjadi jelas dengan sedikit uraian di atas, bahwa dalam masalah keadilan ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan manusia sebab memang asalnya seperti itu dari sononya. Dalam hal ini adalah masalah hati, cinta dan hal-hal lain menyangkutnya. 

Untuk itu alangkah bijaknya bagi kita sekarang menyikapi hal poligami ini dengan mengedepankan kedewasaan; tidak membenci dan menyadari keberadaan hukumnya sebagai sunah – dilakukan berpahala, tidak bisa melakukan tidak berdosa selagi tidak membencinya. Menganggap sebuah ketidak-adilan.
SAPMB AJKH


Pengalaman Religi Shalat Subuh



Pengalaman Religi Shalat Subuh - Waktu datang menjelang, suara kokok ayam jantan semakin terdengar. Di sela-sela itu terdengar adzan subuh berkumandang

Pengalaman-Religi-Shalat-Subuh
“he badrun.. ayo bangun.. lekas kau shalat subuh”, bentak emak.
“bentar lah mak, aku masih pingin tidur lebih lama”, jawab badrun dengan malas.
Badrun yang memang dasarnya sangat malas akhirnya tertidur dengan pulas..

Tapi anehnya dia bermimpi aneh. Mimpi yang kelak akan di kenang hingga mata terpejam.
Dia berada di sebuah tempat yang tenang. Namun di sebelah kirinya menjadi tempat yang sangat panas.

Di depannya terlihat sebuah bongkahan emas yang sangat besar. Sanga tbesar hingga untuk melihat langit di belakang emas , maka harus memanjat emas tersebut.

tiba-tiba muncul seseorang mendekati Badrun,
“hai kau anak muda, apa yang kau lakuakan di sini?”, Tanya orang itu.
“saya tersesat pak, sepertinya saya tidak dapat pulag kembali menuju rumah saya.” Jawab badrun denga bingung.

Namun sebelum selesai berkata, oran gitu mengajak untuk mengambil bongkahan emas yagn sangat besar. Namun, Walaupun kelihatan sangat besar dan mudah untuk di ambil. 

Berbeda dengan kelihatannya, emas itu sungguh sulit di ambil. Walaupun sudah terlihat di depan mata. Tapi ada  suatu kekuatan yang membuat badrun untuk mengambil emas tersebut.

Berkali-kali di raihnya emas tersebut. Namun itu sia-sia belaka. Bukan nya semakin mendekati emas, tapi malah semakin menjauhi emas yang ada.

  Akhirnya orang yang bersama badrun memberikan nasehat kepadanya.
“kenapa tidak engkau coba mengambil emas tersebut sejak awal. Padahal dari tempat awal mu tadi engkau dapat melihat bongkahan emas yagn luar biasa besarnya ini”
“memangnya apa perbedaanya jika aku berniat mengambil di awal dan di akhir, toh keduanay akan memperoleh hasil yang sama.” Bantah badrun.
“kalau begitu silahkan mencoba sendiri , dank au akan mengetahui bagaimana hasil yang akan kau peroleh.”, sahut orang itu.
Lama Badrun mencoba, namun tetap tidak berhasil. Akhirnya dia bertanya pada orang yang bersamanya.
“wahai kau orang tua, bagaimana cara aku mengambil emas ini??” Tanya Badrun.

“Usahakanlah kau berniat sejak awal, karena denga niat itu kau akan memperoleh apa ayng kau inginkan, dan jagalah niat mu, agar kau bisa mendapatkan emas itu.”


ceritareligi shalat subuh Akhirnya Badrun berniat sejak awal ingin mengambil emas itu, dan dia pun bisa mengambilnya.

Dan orang itu berpesan padanya. 

“Sebenarnya, emas ini adalah gambaran pahala bagi orang yang mau shalat subu hberjama’ah di masjid. Bahakn pahalanya melebihi emas ini, yaitu dunia seisinya. Dan juga cara mmperoleh nya kau harus meniatkan dirimu sejak awal, sejak kau pergi tidur untuk bangun pada pagi hari melaksanakan shalat subuh berjama’ah”
Badrun pun seketika itu bagun dari tidurnya dan sadarlah dia, lalau dia mengambil air wudhu dan bergegas shalat subuh berjama’ah di masjid

 itulah sedikit pengalam religi yang bisa di bagi dengan teman-teman, semoga bisa menjadikan pembelajaran 

Indahnya Cerita Ayah kepada Anaknya



Cerita ayah kepada anaknya oleh ayah yang sholeh, Ketika itu selesai shalat isya, seorang ayah memanggil pada anaknya. Memberikan nasehat untuk kehidupan anaknya kelak. cerita hangat ayah yang bercerita tentang indahnya mempunyai seorang istri dan tentang memperbaiki istri.

Cerita-Ayah-kepada-Anaknya
“nak… kemarilah!!”, panggil sang ayah kepada anaknya.
“ada apa ayah?”, Tanya anak kepada ayahnya.

“nak.. kelak kau akan menikah.. dan juga mempunyai seorang istri. Pastikan bahwa  Dengan menikah kau tidak hanya mendapatkan seorang istri, tapi mendapatkan seluruh duniamu yang lain. Dari sekarang sampai sisa hari-hari kita, istri mu akan menjadi mitra , teman ,dan teman terbaik bagi mu...”, untuk nasehat pembuka awal.


“nak, selain itu Dia akan berbagi momen dengan mu, hari-hari dan tahun yang engkau lewati. Dia akan berbagi kegembiraan dan kesedihan, keberhasilan dan kegagalan, impian dan ketakutan. Ketika engkau  sakit, dia akan melakukan perawatan terbaik untukmu, ketika engkau membutuhkan bantuan, dia akan melakukan semua yang dia bisa untuk membantu dirimu.” Melanjutkan nasehatnya pada anaknya.

“nak… pernahkah kau mempunyai rahasia?”, memberikan pertanyaan pada anaknya.
“tentu ayah, aku mempunyai segudang rahasia.” Jawab anak itu dengan senang.

“nak… ketahui lah bila kau memiliki rahasia, istrimu kelak akan menyimpannya. Ketika kau memerlukan  nasehat, dia akan memberikan saran yang terbaik. Dia akan selalu dengan dirimu, ketika engkau bangun di pagi hari, hal pertama yang akan kita lihat adalah matanya yang berbinar yang cuma menjadi miliknya”. Lanjut ayahnya.

“apakah ketika aku menangis, apakah dia akan menyemangati diriku??” Tanya anak dengan harap-harap
“tentu, istrimu akan menjadi teman di kala sukamu dan dukamu, bahkan ketika seluruh dunia menjauh. Cuma dia yang akan selalu berada di sampingmu hingga akhir.” Jawab ayahnya dengan bijaksana.

“kemudian, siang hari, ia akan bersama denganmu, jika untuk beberapa saat dia tidak bersama dengan dirimu, dia akan memikirkan engkau nak, berdoa untuk keselamatan dan kebarokahan dengan sepenuh hati, pikiran dan jiwa,ketika engkau pergi tidur di malam hari,hal terakhir yang kau lihat adalah senyum kebahagiaan dia,dan ketika kita tidur, kita masih akan melihat dia di mimpi kita.”, memberikan semanga pada anaknya.

Kemudian dengan menggenggam tangan anaknya, ayah berkata,” Singkatnya, dia akan menjadi bagian di seluruh dunia mu dan kau ada di dalam dunia itu.Maka sayangilah dia, cintai dan kasihi dia, jangan sakiti hatinya ...”

Dan pada akhirnya nasehat itu berakhir, cerita kasih sayang ayah tentang indahnya mempunyai istri dan syukur agar bissa mendapat nikmat istri yang shaleh…

sebagai renungan, inilah kasih sayang ayah kepada kita, hendaklah bisa mengingatkan kita :

Cerita Tahun Baru 2013



Cerita tahun baru berlangsung pada malam tahun baru. Kami mengaji suatu pengajian yang tidak biasa. Yaitu berkumpul untuk mengaji. Hal ini bukan berarti ketika tahun baru ada pengajian, tapi kami lebih memilih untuk mengaji dari pada berbuat maksiat di luar sana ketika thun baru seperti berboncengan dengan bukan mahromnya.

Cerita-tahun-baru-2013
Pengajian ini di khususkan pada suatu remaja yang pada usia nikah. Di karenakan pada usia ini rentan terjadi perbuatan yang sangat di benci oleh Allah dan rasulnya, yaitu perzinaan

Acara di mulai dengan perkenalan dari si cewek dan juga si cowok. Ternyata perkumpulan yagn diadakan pada malam tahun baru ini menarik perhatian anak muda. Terbukti dari banyak anak muda yang ikut seperti dari Surabaya sendiri, lamongan, tuban dan juga dari daerah lainnya

Pada seasion selanjutnya di ajak untuk  menonton film tentang indahnya cinta. Film pertama pada cerita tahun bari ini, Memberikan pembelajaran untuk menerima pasangan apa adanya

Pada film kedua kami di perlihatkan intro dari sebuah film yang berjudul UP, di ceritakan bahwa cinta akan di bawa sampai tua dan akhirya mati.

Dan tiba pada acara selanjutnya yaitu acara Tanya jawab.  

Ketika itu presenter memberi pertanyaan pada seorang cewek,”apa yang akan kau terima, suka dulu atau di lamar dulu? ”

Dengan gugup dan juga malu.  

si cewek menjawab, “kalau saya lebih memelih untuk senang dahulu, jadi untuk kedepanay saya bisa menikmati hubugnan kami tanpa ada ganjalan sedikit pun.”

Jawaban pertanyaan ini sotak membuat hati seseorang di ruang itu terpanggil, bagaimana untuk menjadikan dia sebagai calonnya. Membuat beberapa langkah konkret unutk menggapai mimpi untuk membawa sang pujaan hati ke rumahnya kelak.

“aku akan membawa dia ke krumah ku kelak, insyaallah ^.^” gumamnya dalam hati.

dan ini menjadi cerita motivasi untuk tahun baru




Walau pun sampai sekarang dia belum berani untuk berkata langsung pada si perempuan. Tapi bukan karena salah atau pun takut. Tapi unutk lebih menjaga pada nafsunya. Dia ingin menjadikan si cewek sebagai perhiasan yang paling indah kelak di sampingnya.

itulah sedikit cerita mengenai cerita pengalaman liburan tahun baru yang baru saja terlewatkan, semoa kita mendaptkan apa yag kita ingin kan di tahun yang baru